公乘描这
2019-05-21 06:01:07
2017年6月27日下午2:44发布
更新时间2017年6月28日上午3:59

DIINTEROGASI。 Pelaku penerobos Mapolda Jateng saat diinterogasi oleh pihak kepolisian pada Selasa,27 Juni。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

DIINTEROGASI。 Pelaku penerobos Mapolda Jateng saat diinterogasi oleh pihak kepolisian pada Selasa,27 Juni。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Setelah aksi teror terjadi di Markas Besar Kepolisian Daerah(Mapolda)Sumut pada Minggu 25 Juni kemarin,aksi serupa ternyata juga menyasar Mapolda Jawa Tengah。

Sorang pria bernama Muhammad Romadhon kedapatan melompat pagar pembatas Mapolda Jawa Tengah,di Jalan Pahlawan,Semarang,pada Selasa 27 Juni pukul 00:30 WIB dini hari。

Namun aksi Muhammad Romadhon berhasil terendus karena gelagatnya yang mencurigakan。 Ia,misalnya,sempat berjalan mondar-mandir sebelum memanjat pagar Mapolda Jateng。

“Karena mencurigakan kemudian beberapa petugas menindaklanjuti dengan memperdalam pemeriksaan。 Ketika diinterogasi,pria itu sedang membawa ransel,“kata Kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng Komisaris Besar Djarod Padakova,Selasa 2017 Juni 2017。

Petugas yang memeriksa pelaku terdiri dari Tim Gegana,Brimob,Reskrim,Provos ditambah petugas piket SPKT。 Hasil pemeriksaan sementara,kata Djarod,Romadhon mengaku berasal dari Sumber Rejo Pademangan,Kabupaten Blitar。

Ia menyatakan memiliki rambut pendek,berjenggot,mengenakan kaos merah lengan pendek dan membawa tas berwarna hitam di depan dada。

Setelah digeledah,tas tersebut diketahui berisi bungkusan paku dengan panjang 5-12厘米,dua pisau dapur,sebuah carter,mata gerindra mesin,dompet,paku bergagang kayu,alat suntik bekas dan jaket hijau army。

Ditahan

Dari hasil interogasi yang dilakukan petugasnya,pelaku juga kedapatan membawa dua lembar KTP dengan identitas yang berbeda。

“Ada senjata tajam yang dia bawa masuk ke Mapolda juga .Maka kami menganggap adalah hal yang wajar jika dia diinterogasi oleh petugas Brimob,”tuturnya。

Disinggung soal adanya aksi yang diduga berkaitan dengan pelaku teror di Medan,Sumatera Utara,ia pun tak membantahnya。

“Sedang kami lakukan pendalaman penyelidikan.Potensi(mengarah seperti teror di Medan)kemungkinan tetap ada.Tapi tadi yang bersangkutan mengaku sebagai gelandangan,”kata Djarod lagi。

Setelah melakukan rangkaian pemeriksaan,ia menegaskan saat ini pelaku ditahan sesuai Undang-Undang Darurat。 “Kami lakukan penahanan sesuai UU Darurat,”tukasnya。 -Rappler.com