诸葛透碗
2019-05-21 10:01:04
发布时间:2017年6月26日上午9:19
更新时间:2017年6月26日上午9:19

JENAZAH。 Personel kepolisian mengangkat peti jenazah almarhum Aiptu Martua Sigalingging ke dalam mobil jenazah untuk dibawa kerumah duka di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut,Medan,Sumatera Utara,Minggu,25 Juni。 Foto oleh Septianda Perdana / ANTARA

JENAZAH。 Personel kepolisian mengangkat peti jenazah almarhum Aiptu Martua Sigalingging ke dalam mobil jenazah untuk dibawa kerumah duka di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut,Medan,Sumatera Utara,Minggu,25 Juni。 Foto oleh Septianda Perdana / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Pasca 13 jam aksi penyerangan terhadap pos jaga di Mapolda Sumatera Utara,polisi menetapkan lima tersangka。 Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan penetapan lima tersangka dilakukan berdasarkan pemeriksaan penyidik hingga Minggu sore kemarin。

“Hasil pengembangan dan pemeriksaan di lapangan(menunjukkan)hasil-hasil dari pemeriksaan。 (Jumlah)tersangka kurang lebih ada lima orang,termasuk istri tersangka yang hidup Syawaluddin,“ujar Rycko di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara pada Minggu,25 Juni。

Dia mengatakan para pelaku sudah merencanakan penyerangan ke pos jaga di Mapolda Sumut sejak satu pekan sebelumnya。 Setiap tersangka memiliki perannya masing-masing。

“Ada orang yang membantu proses perencanaan,ada yang membantu untuk memperbanyak dokumen propaganda doktrin untuk melakukan perang。 Ada juga yang membantu memperbanyak video ISIS dan yang memperbanyak percetakannya,“kata dia。

Kelima tersangka hingga saat ini masih berada di Medan。 散文pemeriksaan hingga saat ini masih terus dilakukan,sehingga tidak menutup kemungkinan jumlah pelaku akan bertambah。

Inisial pelaku terungkap

Sementara,inisial dua pelaku yang menyerang pos jaga di Mapolda Sumut sudah diketahui。 Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan keduanya berinisial SP dan AR。

“Inisial AR berusia 30 tahun dan SP umur 47 tahun,”kata Setyo。

AR yang tinggal di Simpang Limun,sehari-hari berprofesi sebagai penjual jus。 Sementara,SP yang mukim di Gang Kecil,sehari-hari bekerja sebagai penjual rokok。

“AR ini yang meninggal,sedangkan SP masih kritis,”tutur dia。

Jasad AR saat ini masih berada di Rumah Sakit Polri Medan。 Sementara,SP diraw​​at di Rumah Sakit Brimob Medan。

Keduanya melompat pagar dan langsung menyerang polisi yang tengah beristirahat di salah satu dari tiga pos jaga。 Mereka menyasar salah satu personel polisi Aiptu Martua Sigalinging dengan menusuk di bagian leher,dada dan tangan dengan senjata tajam。 Akibatnya,Martua tewas di tempat。

Pelaku juga berupaya membakar ruangan pos jaga,tetapi dapat digagalkan。 - Rappler.com