高遴
2019-05-21 02:01:04
2017年12月9日下午7点48分发布
更新时间:2017年12月9日下午7:49

DIJENGUK。 Muhammad Fitrah ketika dijenguk oleh anggota Komisi 3 DPR Dwi Ria Latifa,istri Dubes Indonesia di Mesir saat masih ditahan di kantor polisi pada 6 Desember。 Foto:KBRI Kairo

DIJENGUK。 Muhammad Fitrah ketika dijenguk oleh anggota Komisi 3 DPR Dwi Ria Latifa,istri Dubes Indonesia di Mesir saat masih ditahan di kantor polisi pada 6 Desember。 Foto:KBRI Kairo

印度尼西亚雅加达 - Lima mahasiswa Indonesia ditangkap oleh polisi di Mesir pada Rabu,11月22日sekitar pukul 04:00 waktu setempat。 Kelimanya kemudian dibawa ke kantor polisi dan ditahan。

Lima mahasiswa Indonesia yang ditahan diketahui bernama Dodi Firmansyah Damhuri,Muhammad Jafar,Muhammad Fitrah Nur Akbar,Ardinal Khairi,dan Hartopo Abdul Jabar。 Menurut Ketua PPMI di Mesir,Pangeran Arsyad Ihsanulhaq,tidak diketahui dengan jelas mengapa polisi mendatangi rumah yang dihuni oleh kelima mahasiswa asal Indonesia itu。

“Namun Dodi dan Jafar langsung dibebaskan hari itu juga karena ketika ditangkap mereka membawa dokumen keimigrasian yang lengkap,”ujar Pangeran melalui keterangan tertulis pada Jumat pagi,8 Desember。

Sementara,tiga mahasiswa lainnya tetap ditahan karena dokumen imigrasi mereka masih diproses di KBRI。 Maka PPMI berkoordinasi dengan KBRI Kairo agar dokumen tersebut segera diambil di bagian kekonsuleran。

Namun,pihak PPMI baru dapat menemukan lokasi penahanan ketiga mahasiswa Indonesia dua hari kemudian。 Mereka pun segera menyerahkan dokumen keimigrasian kepada kepala kantor kepolisian。 Nyatanya,setelah diserahkan dokumen itu,tiga mahasiswa印度尼西亚tidak serta merta dibebaskan。

“Hingga hari Jumat,PPMI Mesir,Kelompok Studi Mahasiswa Riau(KSMR)dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Sumatera Utara rutin membesuk rekan kami yang ditahan.Kami membawakan makanan dan selimut kepada mereka,”tutur dia。

Dua mahasiswa Indonesia yakni Ardinal Khairi dan Hartopo Abdul dibebaskan oleh polisi pada 11月30日。 Sedangkan,Muhammad Fitrah masih ditahan di kantor kepolisian Qism Tsani,Kairo。

“Ia masih ditahan dengan alasan yang sama'keamanan nasional'tanpa penjelasan yang jelas,”kata Pangeran。

Tetapi,akhirnya Fitrah dideportasi ke Indonesia pada Sabtu dini hari,9 Desember。 Menurut keterangan Duta Besar Indonesia untuk Mesir,Helmy Fauzi,selama ditahan,Fitrah sempat dibesuk oleh anggota DPR Komisi 3,Dwi Ria Latifa dan istri Dubes。

“Bahkan,sempat diberikan kesempatan untuk langsung dihubungkan dengan keluarganya di Riau melalui telepon,”ujar pelaksana fungsi konsuler KBRI Kairo,Ninik Rahayu melalui keterangan tertulis。

Menurut Ninik,Dubes Helmy tengah meminta penjelasan kepada Pemerintah Mesir alasan mereka hingga harus menangkap lima mahasiswa Indonesia itu。 Fitrah sendiri juga memiliki izin tinggal yang sah selama berada di Mesir。 Ia di sana untuk kuliah。

“Ini yang sedang kami dalami dan komunikasikan dengan Pemerintah Mesir。Alasan keamanan seperti apa yang membuat Fitrah harus dideportasi,”kata Helmy。

Lima mahasiswa itu menambah deretan panjang pelajar Indonesia yang pernah ditangkap oleh otoritas setempat。 数据dari KBRI Kairo menunjukkan dengan ditangkapnya 5 mahasiswa itu,maka total pelajar yang pernah berurusan dengan otoritas keamanan Mesir pada tahun 2017 mencapai 22 orang。

“Oleh sebab itu,KBRI Kairo mengimbau Pemerintah Indonesia untuk menghentikan sementara pengiriman mahasiswa Indonesia ke Mesir,”kata Helmy。

Sebab,saat ini situasi keamanan dan status Mesir tengah dalam keadaan darurat。 Hal itu dikhawatirkan dapat membuat aksi penangkapan pelajar oleh otoritas keamanan Mesir kembali terulang。 - Rappler.com