亓徇
2019-05-21 10:01:09
2017年12月8日下午6:38发布
更新时间:2017年12月8日下午6:39

DIPINDAH。 Napi kasus pembunuhan berencana Jhon Kei akhirnya dipindah ke Lapas Kelas I Batu Nusakambangan pasca terjadi bentrok dengan napi teroris。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

DIPINDAH。 Napi kasus pembunuhan berencana Jhon Kei akhirnya dipindah ke Lapas Kelas I Batu Nusakambangan pasca terjadi bentrok dengan napi teroris。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Narapidana kasus pembunuhan Jhon Kei dan kelompoknya sudah dipindahkan ke Lapas Kelas I Batu yang berada di kompleks Pulau Nusakambangan,Cilacap。 Hal itu dilakukan usai terjadi aksi bentrok antar narapidana yang terjadi di Lapas Permisan pada 7月7日lalu。 (BACA: )

Kepala Lapas Kelas I Batu,Sujonggo mengatakan pemindahan Jhon Kei dari Permisan ke lapasnya untuk menghindari bentrokan susulan yang berpotensi kembali terjadi dengan kelompok narapidana kasus terorisme。

“Awal bulan ini kami memindahkan Jhon Kei dan beberapa narapidana lainnya ke Lapas Batu.Ini sesuai perintah langsung dari Kementerian Hukum dan HAM untuk meredam konflik yang ada di Lapas Permisan,”kata Sujonggo saat berbincang dengan Rappler,pada Jumat siang,8 Desember。

Ia menyatakan kondisi Jhon kini telah berangsur membaik setelah sempat dilaporkan terkena sabetan pisau dalam bentrokan dengan massa narapidana kasus terorisme。

Dalam tawuran di Blok C Nomor 20 Lapas Permisan,pria bernama lengkap John Refra Kei itu terluka di bagian lengan。 Akibat kasus tersebut,satu orang narapidana tewas dan sekitar 11 narapidana yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut mengalami luka。

“Proses perawatan terhadap Jhon Kei sudah selesai.Dia sudah berangsur pulih.Hanya saja,beberapa temannya yang terluka harus dirujuk ke RSUD Cilacap,”kata dia。

Selain itu,ia mengatakan ada lima narapidana terorisme yang saat ini dipindah ke Lapas Pasir Putih。 Menurut Sujonggo,mereka kini menghuni sel khusus sebagai hukuman atas tindakannya yang terlibat tawuran di Permisan。

Hingga saat ini,ia masih mengkaji apakah narapidana kasus terorisme itu perlu ditempatkan di sel isolasi Lapas Pasir Putih atau tidak。

“Ada lima napi teroris yang terlibat tawuran kemungkinan bisa kami masukan ke sel isolasi.Sebab,mereka telah memicu bentrokan sehingga membuat seorang napi meninggal dunia.Tentu penahanan mereka di sel isolasi akan dilihat seberapa berat tingkat pelanggarannya,”sambungnya。

Kondisi Lapas Permisan saat ini sudah kembali normal。 Pihak Kemenkumham Jawa Tengah telah meminta bantuan dari aparat Polri untuk memperketat penjagaan di semua pintu masuk dan blok sel tahanan untuk memantau aktivitas para narapidana。

“Kami beri penjagaan khusus biar tidak kecolongan lagi seperti kasus-kasus sebelumnya,”ujar Kepala Kemenkumham Jateng dan Yogyakarta,Ibnu Chuldun,yang dikonfirmasi secara terpisah。

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan Jhon Kei dipindahkan ke Lapas Permisan karena sedang dilakukan renovasi di Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu。 Kedua lapas itu,kata Yasonna,tengah dibuat menjadi area dengan penjagaan super ketat。

Alhasil,Jhon dijadikan satu dengan tempat para napi kasus terorisme ditahan。 Sempat muncul gesekan yang berujung pada aksi penyerangan ke Jhon dan anggota kelompoknya。

Yasonna mengakui terjadi kapasitas berlebih di Lapas Permisan。 Namun,ia tidak memiliki pilihan lain lantaran kedua lapas lainnya tengah diperbaiki。

“Memang di Permisan menjadi over kapasitas tapi kalau tidak kami lakukan itu tidak mungkin kami buang di luar Nusakambangan.Makanya,kami buat antisipasi,”tutur dia kepada 。

- Rappler.com