班辂辆
2019-05-21 04:01:01
2017年12月8日下午5:35发布
2017年12月8日下午5:35更新

DIPANGGIL。 Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tengah berbicara dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di sela Bali Democracy Forum(BDF)ke-10 pada Kamis,7 Desember。 Foto diambil dari akun Twitter @Portal_Kemlu_RI

DIPANGGIL。 Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tengah berbicara dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di sela Bali Democracy Forum(BDF)ke-10 pada Kamis,7 Desember。 Foto diambil dari akun Twitter @Portal_Kemlu_RI

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membantah jika sudah ada konsultasi antara Pemerintah印度尼西亚dengan Amerika Serikat sebelum Presiden唐纳德特朗普akhirnya membuat pengumunan耶路撒冷阿达拉伊巴科塔以色列。 Menurut Retno tidak pernah ada konsultasi antara dia dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan terkait isu pengakuan Yerusalem。

“Saya ingn sekali lagi tegaskan,konsultasi ini maksudnya apa? Bahwasanya benar(duta besar)Amerika Serikat bertemu dengan saya,(memang)iya,karena saya panggil dan yang saya sampaikan adalah posisi Indonesia untuk disampaikan kepada pemerintahnya,“ujar Retno di sela-sela Forum Bali Demokrasi ke-10 di Serpong,Banten。

Pernyataan itu disampaikan Retno untuk membantah klaim Donnovan dalam pernyataan tertulis dan resmi yang dimuat di laman Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengenai pengakuan Yerusalem。

Sebelum Trump mengumumkan secara resmi,Retno sudah memanggil Donnovan ke kantor Kemlu pada Senin,4 Desember kemarin。 Tujuannya,ia ingin mendengar langsung mengenai kebenaran informasi adanya rencana Trump yang akan memerintahkan Kedutaan Besar AS dipindah dari Tel Aviv ke Yerusalem。 Saat itu,Donnovan menyampaikan belum ada keputusan最后的dari Gedung Putih。

“Kemarin saya telepon lagi,saya menanyakan apakah betul sudah ada kepastian itu.Dia mengatakan:iya.Kemudian saya menanyakan beberapa hal di situ,dan saya katakan saya ingin bicara dengan Secretary Tillerson,”tutur mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda tersebut。

Pada Rabu malam,6 Desember Retno akhirnya berhasil berbicara dengan koleganya Rex Tillerson yang tengah berada di Brussel,Belgia。 Di telepon,Retno kembali menyampaikan posisi Indonesia yang menyayangkan kebijakan yang ditempuh oleh Trump tersebut。

Retno juga meminta agar AS meninjau kembali rencana pemindahan gedung kedutaannya yang semula berlokasi di Tel Aviv ke Yerusalem。 Sebab,hal itu bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan akan membahayakan proses perdamaian Palestina-Israel。

“Jadi saya ingin meluruskan bahwa konsultasi itu tidak ada,yang ada adalah komunikasi yang dimulai dari Indonesia dengan memanggil Duta Besar Amerika Serikat(untuk Indonesia)untuk menyampaikan posisi kita,untuk disampaikan pada ibu kotanya dan dia membawa pesan dari ibu kotanya,”tutur dia 。

Dalam pernyataan resmi yang dimuat pada laman Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta,Donovan mengatakan Negeri Paman Sam telah berkonsultasi dengan para teman,mitra,dan sekutu AS,termasuk Indonesia,sebelum mengeluarkan keputusannya。 Namun,belakangan ia menyebut apa yang dimuat di situs resmi Kedutaan merupakan kesalahan penerjemahan ke dalam Bahasa Indonesia。

“Saya di sini mengklarifikasi kontradiksi kesalah pahaman pernyataan dalam Bahasa Inggris yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dalam situs kami,”ujar Donnovan kepada Retno。

Trump yang sering mengeluarkan pernyataan kontroversial dan reaktif mengumumkan secara resmi pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada pukul 13.00 waktu Washington DC atau Kamis pukul 01.00 WIB,Rabu,6 Desember。 印度尼西亚langsung bereaksi dan mengutuk langkah AS itu karena dapat membahayakan proses perdamaian Palestina dan Israel。 Pernyataan特朗普juga dinilai bisa memprovokasi dan menyebabkan situasi yang tidak stabil di kawasan Timur Tengah。

Kecaman keras disampaikan Presiden Joko“Jokowi”Widodo di Istana Bogor pada Kamis pagi。 Jokowi mengatakan akan ikut menghadiri KTT darurat Organisasi Kerjasama Islam(OKI)yang digelar di Ankara,Turki pada 13 Desember。 - dengan laporan ANTARA / Rappler.com