汲鹳仵
2019-05-21 08:01:01
2017年6月24日下午12:42发布
2017年6月24日下午1:07更新

PENOLAKAN。 Spanduk berisi penolakan terhadap Ahmadiyah terpasang di sekitar Masjid Al Hidayah,Depok pada Sabtu dini hari,24 Juni。 Foto dari Tim Pembela Kebebasan Sipil

PENOLAKAN。 Spanduk berisi penolakan terhadap Ahmadiyah terpasang di sekitar Masjid Al Hidayah,Depok pada Sabtu dini hari,24 Juni。 Foto dari Tim Pembela Kebebasan Sipil

雅加达,印度尼西亚 - Di hari terakhir bulan Ramadan,Jamaah Ahmadiyah Depok dilaporkan kembali mendapatkan teror。 Pada Sabtu dini hari,24 Juni,sekitar pukul 00:30 WIB terdapat beberapa orang yang menggunakan sepeda motor melempari halaman Masjid Al Hidayah di kawasan Sawangan,Depok,dengan telur dan cat。

“Pelaku yang terdiri dari beberapa orang tersebut melakukan aksi teror dari empat titik,di antaranya dari pagar belakang masjid,samping masjid,gerbang depan dan bagian depan bangunan masjid Al Hidayah,”demikian tertulis dalam pernyataan Tim Pembela Kebebasan Sipil selaku Kuasa Hukum Jamaah Ahmadiyah Indonesia Depok pada Sabtu,24 Juni。

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan tim,para pelaku diduga memiliki kemampuan penguasaan lokasi dan aksi ini merupakan teror yang terencana dan terorganisir。

“Pelaku menyasar alat pengintai(CCTV)yang terpasang di beberapa titik lokasi masjid。 Pelaku berusaha menghilangkan alat bukti berupa perekaman atas tindakan pidana yang mereka lakukan,“ujar pernyataan tertulis itu。

Seperti diketahui,ini bukanlah aksi teror pertama yang didapatkan Jamaah Ahmadiyah Depok selama Ramadan kali ini。 Pada 3 Juni lalu,Pemkot Depok melakukan penggeledahan sekaligus penyitaan properti milik Jamaah Ahmadiyah Indonesia Depok。

Menanggapi aksi-aksi teror yang ditujukan pada Jamaah Ahmadiyah Depok,tim kuasa hukum meminta agar Kepolisian Republik Indonesia segera melakukan penegakan hukum dan menangkap pelaku teror。 Selain itu Tim Pembela Kebebasan Sipil juga meminta Presiden Joko“Jokowi”Widodo untuk melindungi seluruh masyrakat,terlepas dari agama dan keyakinannya。

-Rappler.com