怀筮
2019-05-21 01:01:07
2017年6月23日上午11:28发布
2017年6月23日上午11:28更新

雅加达,印度尼西亚 - Tiga hari sebelum memasuki hari Idul Fitri,Majelis Pengadilan Tipikor masih menggelar satu sidang yakni kasus korupsi KTP Elektronik。 Sejak awal sidang digelar pada bulan Maret lalu,kasus ini sudah membetot perhatian publik。

Sebab,melalui kasus ini,asumsi publik soal adanya bagi-bagi duit di lingkungan anggota DPR mengenai proyek tertentu terkonfirmasi。 Dalam kasus KTP Elektronik,negara dirugikan Rp 2,3 triliun。 Sebab,uang yang seharusnya ikut digunakan untuk realisasi pembuatan kartu tanda penduduk berbasis NIK elektronik malah dibagi-bagikan ke anggota DPR,pejabat Kementerian Dalam Negeri dan perusahaan konsorsium。

议程sidang pada Kamis,22 Juni yakni mendengarkan pembacaan tuntutan jaksa bagi dua terdakwa yakni Irman dan Gusman。 Tetapi,publik terkejut ketika melihat tumpukan surat tuntutan yang tiba di Pengadilan Tipikor sejak pukul 09:00 WIB。 Selain cukup tinggi,tebalnya bahkan mencapai ribuan halaman。

Menurut seorang jaksa,surat tuntutan itu dibuat menjadi 10 yang nantinya dibagikan kepada majelis hakim dan kuasa hukum terdakwa。 Selain berisi tuntutan dan kronologi peristiwa korupsi,juga terdapat salinan bukti。

Dalam sidang tuntutan,jaksa menuntut agar majelis pengadilan menjatuhkan hukuman penjara 7 tahun dan denda Rp 500 juta bagi terdakwa Irman。 Sementara,bagi terdakwa Sugiharto,dituntut hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta。

Berikut beberapa foto yang berhasil diabadikan dari ruang sidang kemarin:

SIDANG TUNTUTAN。 Terdakwa dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik tahun angaran 2011-2012 Irman(kanan)dan Sugiharto menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Tipikor,Jakarta,Kamis,23 Juni。 Foto oleh Wahyu Putro A / ANTARA

SIDANG TUNTUTAN。 Terdakwa dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik tahun angaran 2011-2012 Irman(kanan)dan Sugiharto menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Tipikor,Jakarta,Kamis,23 Juni。 Foto oleh Wahyu Putro A / ANTARA

SIDANG TUNTUTAN。 Terdakwa dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik tahun angaran 2011-2012 Irman(tengah)disaksikan Sugiharto(kiri)menerima salinan berkas tuntutan dari JPU ketika menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Tipikor,Jakarta,Kamis,22 Juni。 Foto oleh Wahyu Putro A / ANTARA

SIDANG TUNTUTAN。 Terdakwa dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik tahun angaran 2011-2012 Irman(tengah)disaksikan Sugiharto(kiri)menerima salinan berkas tuntutan dari JPU ketika menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Tipikor,Jakarta,Kamis,22 Juni。 Foto oleh Wahyu Putro A / ANTARA

BERKAS TUNTUTAN。 JPU menata berkas tuntutan terdakwa dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik tahun angaran 2011-2012,Irman dan Sugiharto,saat sidang lanjutan dengan agenda tuntutan di Pengadilan Tipikor,Jakarta,Kamis,22 Juni。 Foto oleh Wahyu Putro A / ANTARA

BERKAS TUNTUTAN。 JPU menata berkas tuntutan terdakwa dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik tahun angaran 2011-2012,Irman dan Sugiharto,saat sidang lanjutan dengan agenda tuntutan di Pengadilan Tipikor,Jakarta,Kamis,22 Juni。 Foto oleh Wahyu Putro A / ANTARA

SIDANG TUNTUTAN。 Majelis hakim pengadilan tipikor sedang mendengarkan jika terdakwa Irman dan Sugiharto memiliki keberatan soal tuntutan yang dibacakan oleh jaksa pada Kamis,22 Juni。 Foto oleh Kevin Handoko / Rappler

SIDANG TUNTUTAN。 Majelis hakim pengadilan tipikor sedang mendengarkan jika terdakwa Irman dan Sugiharto memiliki keberatan soal tuntutan yang dibacakan oleh jaksa pada Kamis,22 Juni。 Foto oleh Kevin Handoko / Rappler

- Rappler.com