滑洛
2019-05-21 08:01:02
2017年6月22日下午12:06发布
2017年6月22日下午12:06更新

Pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo seusai menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber,Bareskrim Polri,Jakarta,Senin(12/6)。 Foto oleh Rivan Awal Lingga / ANTARA

Pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo seusai menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber,Bareskrim Polri,Jakarta,Senin(12/6)。 Foto oleh Rivan Awal Lingga / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Jaksa Agung Muda Pidana Umum(JAM Pidum)Noor Rachmad memastikan jika status Bos PT Media Nusantara Citra(MNC) Hary Tanoesoedibjo kini telah tersangka。

“Jadi jelas bahwa sejak 15 Juni 2017,ada SPDP(Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan)atas nama HT.Jadi sudah clear ya,”kata Noor Rachmad di Jakarta,Kamis 22 Juni 2017。

Hary Tanoe dilaporkan oleh Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus(JAM Pidsus)Yulianto setelah diduga mengirimkan ancaman melalui pesan singkat。

Jaksa Yulianto juga mengkonfirmasi status Hary Tanoe yang kini sudah menjadi tersangka。 Ia mengatakan dirinya sudah melapor ke Jaksa Agung HM Prasetyo soal status Hary Tanoe tersebut。

“Saya memang melaporkan ke beliau(Jaksa Agung)bahwa saya sudah mendapatkan SPDP yang di mana dalam SPDP itu sudah ditetapkan HT sebagai tersangka,”kata Jaksa Yulianto。

Kasus ini bermula ketika Jaksa Yulianto menerima pesan singkat yang diduga dikirim oleh Hary Tanoe pada 5 Januari 2016 sekitar pukul 16.30 WIB。 Pesan yang dianggap berisi ancaman tersebut kembali diterima pada 7 dan 9 Januari 2016。

Yulianto menilai bahwa pesan itu mengandung ancaman dan kemudian melaporkan Hary Tanoe ke Siaga Bareskrim Polri dengan tuduhan melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik(ITE)。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com