郇晖奕
2019-05-21 06:01:01
2017年6月20日下午12:04发布
2017年6月20日下午12:04更新

Polisi bersenjata lengkap melakukan penjagaan ketika diadakan penggeledahan rumah terduga teroris berinisial SM di Singosari,Malang,Jawa Timur,Senin(19/6)。 Foto oleh Ari Bowo Sucipto / ANTARA

Polisi bersenjata lengkap melakukan penjagaan ketika diadakan penggeledahan rumah terduga teroris berinisial SM di Singosari,Malang,Jawa Timur,Senin(19/6)。 Foto oleh Ari Bowo Sucipto / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah menangkap 36 orang yang diduga terkait jaringan teroris。 Penangkapan sebagai bentuk antisipasi aksi teror di Indonesia。

“Sudah ada 36 ditangkap tapi bukan semuanya terkait Kampung Melayu,ada juga yang tidak terkait.Tapi mereka adalah sel-sel JAD(Jemaah Ansorut Daulah)yang akan melakukan serangan teror,”kata Tito di Mabes Polri,Jakarta Selatan,Selasa 20 Juni 2017 。

Tito sebelumnya menginstruksikan kepada Kepala Densus Irjen Muhamad Syafii untuk menangkap semua jaringan teror yang diduga aktif di Indonesia。 Bahkan,Tito memberikan wewenang lebih untuk melakukan penangkapan。

“Jadi lakukan tindakan cepat kalau ada indikasi lakukan sesuai kewenangan yang ada sesuai UU.Termasuk alat bukti yang ada dan kami bisa lakukan penangkapan selama tujuh hari.Kalau terbukti,tahan.Kalau gak terbukti,kami lepaskan,”jelas dia。

Dari penangkapan sejumlah jaringan teroris itu,ternyata Densus menemukan adanya jaringan aktif yang ingin melancarkan aksi teror。

“Ada yang ditangkap ini miliki senjata api dan bom.Bahkan ada bom yang sudah jadi seperti di Bima.Mereka akan menyerang Polsek Woha,tiga malam lalu,”kata Tito。 -Rappler.com