寇弦笔
2019-05-21 07:01:02
2017年6月19日晚上8:14发布
2017年6月19日下午8:15更新

卢邦。 Petugas lapas akhirnya berhasil menemukan lubang bawah tanah yang berhasil digunakan oleh keempat napi untuk kabur dari LP Kerobokan,Bali pada Senin,19 Juni。 Foto oleh Bram Setiawan / Rappler

卢邦。 Petugas lapas akhirnya berhasil menemukan lubang bawah tanah yang berhasil digunakan oleh keempat napi untuk kabur dari LP Kerobokan,Bali pada Senin,19 Juni。 Foto oleh Bram Setiawan / Rappler

DENPASAR,Indonesia - Empat narapidana warga negara asing melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan(Lapas)Kerobokan,Bali pada Senin,19 Juni。 Mereka diketahui hilang pukul 08.00 WITA saat apel pagi。

Yang lebih mengejutkan,ternyata mereka berhasil kabur melalui lubang bawah tanah。 Kepala Lapas Kerobokan Tonny Nainggolan menduga aksi nekad empat narapidana itu sudah direncanakan。 Tonny mengaku tak menyangka lubang yang digunakan oleh para napi menuju ke titik di luar lapas。

“Kami selama ini menganggap itu化粪池tapi bukan。 Ternyata itu gorong-gorong,“ujar Tonny yang ditemui media pada Senin,19 Juni。

Empat napi yang kabur itu datang dari berbagai kewarganegaraan。 Pertama adalah Shaun Edward Davidson asal Australia(33 tahun)。 Dia mendekam di Lapas Kerobokan karena melanggar tindak pidana keimigrasian UU RI nomor 6 tahun 2011。

戴维森ditahan sejak 2016年4月5日.Sisa pidana杨ia jalani tinggal 2 bulan dan 15 hari。

Napi kedua adalah Tee Kok King asal Malaysia(50 tahun)。 Kok King narapidana narkoba。 Ia melanggar pasal 113(2)。 Sisa pidana yang harus ia jalani masih tersisa 6 tahun,1 bulan,5 hari。

Nara ketiga yakni Dimitar Nikolov Iliev asal Bulgaria(43 tahun)。 Ia menjalani masa pidana selama 7 tahun。

Iliev melanggar UU RI提名者11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU RI No.8 Tahun 2010 tentang pencucian uang。 Sisa masa pidana Iliev masih tersisa 5 tahun,3 Bulan,6 hari。

Napi terakhir adalah Sayed Mohammed Said asal India(31 tahun)。 kebangsaan印度。 Ia ditahan karena melanggar pasal 113(2)UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika。

说menjalani masa pidana selama 14 tahun。 Masih 12 tahun,3 bulan,3 hari lagi sisa pidana yang harus dijalani Said。

Pihak Lapas Kerobokan awalnya melakukan penelusuran ke semua bangunan terutama tembok。 Tetapi tidak ditemukan jejak apa双关语。 Sekitar pukul 10:12 WITA ditemukan lubang直径50x75 sentimeter。

Akui lengah

Tonny menjelaskan empat narapidana itu semua menghuni blok Bedugul,yakni hunian untuk warga negara asing。 Mereka masing-masing berbeda kamar。 Isi blok Bedugul,ujar dia,berjumlah 69 orang。

“Mereka kabur,sekarang tinggal 65 orang,”kata dia。

Letak lubang itu berada di belakang klinik lapas。 Diperkirakan panjang lubang tersebut 15米杨menembus ke sisi jalan raya dan berada di sebelah barat lapas。 Padahal,tutur Tonny,区域tersebut sering ia lewati,setidaknya satu kali dalam sepekan。

“Saya tidak pernah curiga.Berarti selama ini memang ada rongga,”tuturnya。

Menurut dia,letak lubang tempat narapidana melarikan diri itu berada dekat pemantauan Pos 2. Namun,ia mengakui ada kelengahan karena pos tersebut tidak terisi penjagaan karena keterbatasan jumlah pegawai。

Pihak Lapas Kerobokan masih berkoordinasi dengan kepolisian untuk menelusuri dugaan ada bantuan dari warga binaan lain atau pegawai lapas。

Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Bali Ajun Komisaris Besar Rudi Setiawan telah menyebarkan foto para napi yang kabur。

“Kami lakukan penyelidikan dan sudah koordinasi(bersama)imigrasi untuk pencekalan,”ujar Rudi。

Ia menambahkan semua Kepolisian Resor(Polres)di seluruh Bali sudah saling berkoordinasi。

“Polres di seluruh Indonesia juga untuk pemantauan,kami masih investigasi,”kata dia。 - Rappler.com