松怒
2019-05-21 01:01:10
2017年6月19日下午1:37发布
更新时间:2017年6月19日下午7:07

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)小说Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Jakarta,Selasa(11/4)。 Foto oleh Aprillio Akbar / ANTARA

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)小说Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Jakarta,Selasa(11/4)。 Foto oleh Aprillio Akbar / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian menyambangi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)untuk membahas pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan。

“Direncanakan siang ini sekitar pukul 14:00 WIB ada pertemuan Kapolri dengan Pimpinan KPK.Tentu kita berharap kerjasama KPK dengan Polri bisa diperkuat,termasuk upaya pengungkapan pelaku penyerangan Novel,”kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta,Senin 19 Juni 2017。

Pertemuan antara Kapolri Tito Karnavian dengan Pimpinan KPK untuk menindaklanjuti pernyataan Novel kepada Majalah Time。 Dalam wawancara dengan majalah tersebut Novel menduga ada petinggi polisi yang terlibat dalam kasus penyerangan terhadapnya。

“Nanti akan dibicarakan juga apa langkah bersama yang dapat dilakukan untuk saling memperkuat penanganan perkara ini,”kata Febri melanjutkan。 Namun pertemuan ini tanpa melibatkan keluarga Novel Baswedan。

Seperti diketahui,Novel Baswedan diserang dengan air keras usai melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya pada 2017年4月11日.Akibatnya,Novel harus menjalani perawatan mata hingga ke Singapura。

Sampai hari ini,setelah 69 hari setelah penyerangan,polisi belum juga berhasil mengungkap pelaku serangan。

56 orang telah diperiksa

Setelah bertemu dengan Pimpinan KPK,Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah memeriksa 56 orang saksi dalam kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan。

“Tadi tim sudah menjelaskan mengenai progres-progres terakhir,termasuk di antaranya ada 56 saksi yang sudah diperiksa,”ucap Tito di Gedung KPK。 Di antara saksi-saksi tersebut,Tito melanjutkan,ada saksi yang melihat kejadian secara langsung。

Dari saksi ini penyidik kemudian mendapatkan deskripsi dan ciri-ciri terduga pelaku penyiram air keras。 “Saksi ini melihat pelakunya,karakternya seperti apa,badannya,dan seterusnya.Ini penting,”kata Tito。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com