亓徇
2019-05-21 02:01:05
发布时间:2017年6月19日上午9:34
更新时间:2017年6月19日上午9:34

Petugas dengan menggunakan anjing pelacak berjaga di Stasiun Gubeng Surabaya,Jawa Timur,Kamis(15/6)。 Foto oleh Didik Suhartono / ANTARA

Petugas dengan menggunakan anjing pelacak berjaga di Stasiun Gubeng Surabaya,Jawa Timur,Kamis(15/6)。 Foto oleh Didik Suhartono / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kepolisian Republik印度尼西亚mengerahkan sekitar 170 ribu personel dalam Operasi Ramadniya 2017. Operasi ini bertujuan menciptakan rasa aman dan kelancaran dalam berlalu lintas pada Idulfitri ini。

“Lebih dari 170 ribu personel gabungan TNI-Polri di seluruh Indonesia dan enam ribu personel untuk pengamanan di Jakarta,”kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto sebelum apel pasukan di Monas,Jakarta Pusat,Senin 19 Juni 2017。

Setyo menjelaskan,atensi Operasi Ramadniya mencakup sejumlah potensi kejahatan。 Di antaranya kejahatan luar biasa,kejahatan konvensional,hingga mengurai kemacetan pada arus mudik。

“Teroris,curas nasabah,扫除ormas,laka lantas,mercon,laka lintas kereta,kemacetan,dan pembagian zakat,”kata Setyo。 Hari ini,Polri menggelar apel pasukan di Monas。 Apel dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian。

Setyo menambahkan,dalam apel ini ada 1.896 personel gabungan Polri-TNI yang dilibatkan。 “Sama ada kuda tujuh,anjing ada 14,”tandas Setyo。 -Rappler.com