郑烟漕
2019-05-21 13:01:07
2017年6月18日下午3:29发布
2017年6月18日下午3:29更新

Pemudik bersepeda motor melintas di Jalur Pantura Lohbener,Indramayu,Jawa Barat,Minggu(18/6)。 Foto oleh Dedhez Anggara / ANTARA

Pemudik bersepeda motor melintas di Jalur Pantura Lohbener,Indramayu,Jawa Barat,Minggu(18/6)。 Foto oleh Dedhez Anggara / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Dinas Perhubungan(Dishub)Provinsi Jawa Barat memprediksi sekitar 6,5 juta pemudik akan melintas di jalur mudik utara,selatan dan tengah Jawa Barat mulai H-7 lebaran 2017。

“Tahun lalu 6 juta orang dan tahun sekarang diprediksi naik menjadi 6,5 juta,”kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik ketika dihubungi,Minggu 18 Juni 2017。

Menurut dia,Jawa Barat adalah daerah lintas dan tujuan pemudik sehingga diperlukan penanganan khusus setiap arus mudik dan balik berlangsung setiap tahunnya。

Ia menuturkan berdasarkan hasil pantauannya sejak H-8 lebaran atau pada Sabtu(17/6)sudah mulai terjadi pergerakan pemudik yang menggunakan angkutan pribadi di wilayah Subang dan Tol Cikopo。

“Kemudian kemarin itu,di Tol Pasteur siang harinya mulai ada antrian sekitar tiga kilometer untuk masuk ke Kota Bandung,”kata dia。

Pihaknya memprediksi puncak arus mudik di kawasan Jawa Barat akan terjadi pada Kamis,Jumat,Sabtu atau dari tanggal 22-24 Juni 2017 sedangkan untuk arus balik lebaran juga akan terjadi pada Kamis,Jumat,Sabtu atau 29-30 Juni dan 1 Juli 2017,“卡塔迪亚

Untuk pengamanan arus mudik dan balik lebaran tahun ini Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menyiagakan 1.216 personel。 “Untuk personel,kita siagakan 1.216 orang personel,itu dari dishub provinsi dan kabupaten / kota.Mereka akan siaga dari H-7 h + 7,”kata dia。

Menurut dia,para personel tersebut akan turut serta mengamankan arus mudik dan balik Lebaran dengan sandi Operasi Ramadnia 2017。

“Jadi ke-1.216 personel tersebut nantinya akan di sebar di sejumlah titik strategis di wilayah utara,selatan dan tengah Jawa Barat,”kata dia。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com