郑烟漕
2019-05-21 11:01:08
2017年6月15日下午2:47发布
2017年6月15日下午2:47更新

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)小说Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Jakarta,Selasa(11/4)。 Foto oleh Aprillio Akbar / ANTARA

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)小说Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Jakarta,Selasa(11/4)。 Foto oleh Aprillio Akbar / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Setelah dua bulan berlalu,kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)Novel Baswedan masih gelap。 Hingga kini polisi belum berhasil mengungkap pelaku penyiraman。

Lambannya pengungkapan kasus ini pun membuat sejumlah pihak geram,termasuk Novel Baswedan。 新的bahkan menduga ada orang kuat yang terlibat dalam kasus ini。

Hal tersebut disampaikan novel saat wawancara dengan'Time'迪新加坡。 “Saya memang mendapat informasi bahwa seorang jenderal polisi terlibat,”kata Novel kepada Time。

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi secara detil tentang'orang kuat'yang disebutkan Novel。

“Kami belum mendapatkan informasi detail tentang(pernyataan Novel)itu,tetapi komunikasi antara Mabes Polri dan KPK telah berlangsung dengan baik,”kata Laode。

Pimpinan KPK,Laode melanjutkan,juga berencana menemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian。 Pertemuan kemungkinan akan berlangsung pekan depan。

“Sepertinya Senin atau Selasa(pekan depan),itu yang dibicarakan.Pak Kapolri sudah bertemu Pak Agus saat buka bersama di DPR,pertemuannya nanti dengan Kapolri ya,”kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif,Kamis 15 Juni 2017。

Seperti diketahui,Novel disiram orang tak dikenal setelah salat subuh di masjid dekat rumahnya di Kelapa Gading pada 2017年4月11日.Ia sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat sebelum dirujuk ke新加坡国家眼科中心(SNEC)。 Sampai saat ini Novel masih menjalani perawatan di Singapura。 -Rappler.com