符综蜢
2019-05-21 07:01:08
2017年6月15日下午1:56发布
2017年6月15日下午1:56更新

Siti Rokayah(85)digugat Rp1,8 Miliar oleh anaknya sendiri。 Foto oleh Adeng Bustomi / ANTARA

Siti Rokayah(85)digugat Rp1,8 Miliar oleh anaknya sendiri。 Foto oleh Adeng Bustomi / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Muhamad Bola,warga Desa Rangga Solo,Kecamatan Wera,Kabupaten Bima,Nusa Tenggara Barat(NTB),tiba di Pengadilan Negeri Raba Bima para Rabu siang,2017 Juni 2017。

Kedatangan kakek berusia 74 tahun ini tak hanya untuk mengikuti sidang,tapi juga untuk melakukan sumpah pocong。 Ia bahkan telah membawa selembar kain kafan。

“Dari awal saya sudah minta anak dan menantu saya sumpah pocong.Saya juga siap disumpah.Saya enggak takut,”katanya kepada sebelum sidang dimulai。

Hari itu anak dan menantunya tak hadir dalam persidangan。 Sumpah pocong yang ia rencanakan pun batal dilakukan。 Padahal kalau anaknya datang,ia akan meminta anaknya bersumpah di depan hakim。

“Kalau anak dan menantu saya berani,masalah saya anggap sudah selesai。 Tanah saya ikhlaskan semua untuk mereka,“katanya。

Muhamad Bola mengatakan perkara ini bermula dari tanah seluas 1.564米miliknya。 Tanah tersebut telah dibagi-bagikan kepada keempat anaknya。

Saat dibagikan,tak ada anaknya yang protes。 Namun belakangan salah satu anaknya,yakni Jahari,meminta bagian lebih。 Jahari bersama suaminya bahkan mengajukan gugatan ke pengadilan。

Muhamad Bola sudah berulangkali meminta agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan。 Namun kasus ini justru bergulir ke pengadilan。 “Harusnya kita ngomong baik-baik,jangan dibawa ke sini。 Saya ini sudah tua,sakit lagi,“kata Muhamad Bola。

Kasus anak mengguggat orang tua memang ironis。 Lebih ironisnya lagi,Muhamad Bola tak sendiri。 Banyak kasus lain yang membuat orang tua harus bolak-balik ke pengadilan karena digugat anaknya sendiri。 Berikut di antaranya:

Nenek Amih digugat Rp 1,8熟悉

Di usianya yang ke-83 tahun,Siti Rohayah atau biasa disapa Amih seharusnya sudah bisa hidup tenang bersama anak-cucu。 Namun yang terjadi justru sebaliknya。

Amih harus bolak-balik ke Pengadilan Negeri Garut lantaran digugat oleh anak kandungnya sendiri,yakni Yani Suryani dan suaminya。 Amih digugat sebesar Rp 1,8 miliar。

Padahal persoalan ini hanya bermula dari utang-piutang sebesar Rp 21,5 juta。 Untungnya,hakim pada Rabu,14 Juni,menolak gugatan terhadap Amih。

Namun Amih belum bisa duduk tenang。 Sebab anak dan menantunya belum memutuskan apakah menerima putusan hakim atau akan mengajukan banding。

(Baca:

Mencuri kayu,Nenek Artija digugat anak sendiri

Nenek Artija tak menyangka jika dirinya akan diseret ke meja hijau hanya karena sepotong kayu。 Nenek berusia 70 tahun ini lebih tak menyangka jika pihak yang menyeretnya adalah anaknya sendiri:Manisa。

Manisa sebenarnya hanya melaporkan kakaknya,yakni Ismail,yang telah mengambil kayu di lahannya。 Namun dalam perkembangannya,Nenek Artija juga ikut dijadikan tersangka。

Sebab,menurut kuasa hukum Ismail,Artija yang memerintahkan kliennya untuk mengambil kayu di lahan Manisa。 Alhasil,Nenek Artija pun harus duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri Jember。

Untungnya,perselisihan ibu-anak ini berujung damai setelah Manisa akhirnya mencabut laporannya terhadap kakaknya。

Gugatan anak angkat

Johanes(60 tahun)berniat mewariskan sepetak tanah yang dibelinya di Teluk Gong,Jakarta Utara,kepada anak angkatnya yang bernama Robert pada 2003 lalu。

Namun,karena dirinya belum meninggal,maka tanah itupun belum ia berikan kepada Robert。 Robert yang kesal kemudian menggugat ayah angkatnya sebesar Rp 10 miliar ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara。

Namun gugatannya ditolak。 Robert tak berhenti。 Ia kemudian memidanakan ayah angkatnya hingga perkara ini bergulir ke pengadilan。 Jaksa menuntut Johanes tiga tahun penjara。

Namun Majelis Hakim Pengadilan Negeri雅加达Utara kemudian melepaskan Johanes dari segala tuntutan。 Mereka menilai laporan Robert kepada ayah angkatnya itu bukan tindak pidana。

Digugat tiga anak kandung

Fariani(51 tahun)hanya bisa mengelus dada saat mengetahui ketiga anak kandungnya menuntut warisan berupa beberapa petak tanah senilai Rp 15 miliar。

Ketiga anaknya tersebut,yakni AS(32),NS(30),dan PW(22)juga menuntut rumah yang kini ditinggali Fitriani dan anak bungsunya(11)。

“Mereka memasukan gugatan pada Maret 2017. Mereka menggugat tanah,rumah dan mobil。 Termasuk rumah yang saya tinggali ini,“kata Fariani。

Fitriani mengatakan pembagian harta sebenarnya belum bisa dilakukan karena dirinya masih hidup。 Namun ia tetap akan membagi hartanya kepada empat anaknya。

Yang membuat Fitriani semakin miris adalah ketiga anaknya tersebut juga mau menggugat adik mereka yang paling kecil。 “Yang mereka gugat tidak hanya saya,ibu kandungnya sendiri,tetapi mereka adiknya yang masih 11 tahun。”

-Rappler.com