潘辋气
2019-05-21 12:01:01
2017年6月14日下午3点28分发布
2017年6月14日下午3:29更新

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan,Jakarta,Selasa(13/6)。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen Senayan,Jakarta,Selasa(13/6)。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi untuk meminta penjelasan tentang wacana pemberlakukan sekolah seharian penuh bagi siswa。

“Ya harus dong(memberikan penjelasan)kan saya pembantu(presiden),”kata Muhadjir Effendi di Kompleks Kantor Kepresidenan,Jakarta,Rabu 14 Juni 2017。

Kebijakan sekolah seharian penuh digulirkan belum lama lalu。 Dalam kebijakan yang akan diterapkan mulai tahun ajaran baru ini,siswa akan belajar 8 jam sehari selama 5 hari dalam sepekan。

Setelah bertemu Presiden,Muhadjir mengatakan akan ada perubahan tentang kebijakan sekolah sehari penuh tersebut。 Namun belum ada petunjuk teknis tentang kebijakan tersebut。

Muhadjir juga mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Menteri Agama sebelum kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan。 “Untuk mengatur petunjuk teknisnya,”kata Muhadjir。

Kebijakan 5 hari sekolah dengan 8 jam每hari diprotes banyak pihak,salah satunya oleh Majelis Ulama Indonesia(MUI)。 MUI menilai kebijakan ini bisa membuat madrasah gulung tikar。

Sebab,jika para siswa menghabiskan waktu 8 jam di sekolah,lantas mereka tidak akan punya waktu lagi untuk belajar di madrasah。 Padahal,biasanya banyak siswa melanjutkan ke madrasah setelah pulang sekolah。

Menteri Agama Lukman Saifuddin mengatakan dirinya bertemu dengan Muhadjir untuk meminta penjelasan yang lebih komprehensif tentang rencana kebijakan sekolah seharian penuh itu。

“琼脂tidak disalahpahami masyarakat,khususnya kalangan pondok pesantren,madrasah,diniyah yang menganggap kebijakan ini akan merugikan mereka,”kata Saifuddin。 -Rappler.com