符综蜢
2019-05-21 01:01:03
2017年6月14日下午2:00发布
2017年6月15日下午4:37更新

巴朗布基。 Ratusan雷管杨berhasil disita dari Bandara Sultan Hasanuddin yang akan dikirimkan ke Kalimantan Barat。 Foto oleh Polda Sulawesi Sulatan

巴朗布基。 Ratusan雷管杨berhasil disita dari Bandara Sultan Hasanuddin yang akan dikirimkan ke Kalimantan Barat。 Foto oleh Polda Sulawesi Sulatan

MAKASSAR,印度尼西亚(更新) - Polda Sulawesi Selatan akhirnya menemukan titik terang dari ratusan detonator yang sempat akan diselundupkan melalui jalur udara di Bandara Sultan Hasanuddin pada 11 Juni lalu。 Polisi berhasil mengungkap identitas pengirim dan penerima paket detonator tersebut。

Keduanya diketahui bernama Muh Ayatul Fajri(25 tahun)yang merupakan warga Kelurahan Minasa dan Muh Raji yang bermukim di Kabupaten Ketapang,Kalimantan Barat。 Keduanya kini sudah ditangkap oleh polisi。

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Polisi Dicky Sondani mengatakan keduanya sudah sering melakukan komunikasi。

“Setelah kami cek ponsel milik keduanya,ternyata kedua belah pihak sering melakukan komunikasi。 Mereka pun mengakui perbuatan masing-masing,“ujar Dicky di kantor Mapolda Sulsel pada Rabu siang,14 Juni。

Kepada penyidik,Raji mengaku sudah memesan sebanyak dua kali kepada Fajri。 Pemesanan pertama dilakukan sekitar enam bulan yang lalu。 Sedangkan,pemesan kedua terjadi pada 11 Juni。

Tetapi,belum sempat detonator itu tiba di Kabupaten Ketapang,petugas keamanan Bandara Sultan Hasanuddin sudah menyitanya。 Dicky mengatakan berdasarkan pengakuan Raji,alat peledak itu akan dia jual kembali ke para nelayan di Perairan Karimata untuk diledakan di bawah laut。

“Atau biasa kita kenal sebagai bom ikan。 Hasil tangkapan ikan nelayan nantinya akan dibeli oleh tersangka Raji,“kata dia。

Personel dari Kalbar dan Sulsel juga telah melakukan penggeledahan ke dua rumah tersangka。 Dari hasil penggeledaha,mereka menyita beberapa benda,antara lain setengah karung belerang,setengah karung Pupuk MPK Rusia,dan tiga jerigen berisi cairan kimia。 Zat serupa juga ditemukan di dua botol kecil。

Dikendalikan dari Lapas Gowa

巴朗布基。 Cairan kimia yang disita dari kediaman salah satu tersangka di Makassar。 Foto oleh Polda Sulawesi Sulatan

巴朗布基。 Cairan kimia yang disita dari kediaman salah satu tersangka di Makassar。 Foto oleh Polda Sulawesi Sulatan

Polisi lebih dulu melakukan penangkapan terhadap Fajri di sebuah kos eksekutif di Makassar。 Saat diperiksa,Fajri mengaku memperoleh alat peledak itu dari seorang narapidana kasus yang sama di Lapas Bolangi,Gowa,bernama Andi。 Hal ini tentu mengerikan,karena seorang napi dalam kasus yang sama justru masih bisa mengendalikan alat peledak tersebut。

“Nah tersangka Fajri ini bertugas sebagai pengirim atau kurir。 Setelah barang sampai kepada pemesan,barulah Fajri mendapat upah,“kata dia。

Pria yang merupakan lulusan D3 Teknik salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar itu mengaku tersangka lainnya memesan 500 detonator yang dibungkus ke dalam lima kardus dengan harga Rp 27,5 juta。 Andi kemudian mengkoordinir pengiriman dari balik jeruji dan menggunakan jasa Fajri sebagai kurir agar pemesanan berjalan lancar。

“Kalau barangnya berhasil sampai,tersangka diupah sebesar Rp 7,5 juta。 Tersangka juga mengakui,pada Agustus 2015 lalu,ada kerabatnya yang meninggal akibat terkena ledakan dari detonator yang sementara dibuatnya di Perumahan Puri Pattene Permai,“tutur Dicky。

Fajri mengatakan sudah pernah melakukan pengiriman kepada Raji di Ketapang dan tidak terlacak oleh polisi。 Bedanya saat itu,dia menggunakan jalur laut untuk pengiriman。 Dia menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Garongkong dan berhasil membawa barang itu ke Kabupaten Ketapang。

Dicky tidak bisa menjelaskan mengapa pelaku memilih jalur udara kali ini,padahal barang pernah sukses tiba ketika lewat jalur laut。 BACA : )

“Sekarang personel sedang menyelidiki pemilik barang bernama Andi di Lapas Bolangi Gowa,”kata dia。

高爆炸药

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Polisi Dicky Sondani mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan jika detonator tersebut mengandung PETN(Penta Erythritol Tetranitrat)。 “Termasuk bahan peledak高爆,”卡塔迪基。

Artinya,Dicky melanjutkan,detonator tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk bom ikan,tapi juga bisa digunakan untuk meledakkan gedung。

雷管juga diketahui berasal dari印度。 Namun pihaknya belum tahu bagaimana ratusan detonator itu bisa masuk ke Sulawesi Selatan。 “Kami masih menyelidikinya,”kata Dicky。 - Rappler.com