郇晖奕
2019-05-21 10:01:03
2017年6月13日下午8点08分发布
2017年6月13日下午8:08更新

Buni Yani saat menjalani sidang perdananya atas kasua dugaan pelanggaran UU ITE di Pengadilan Negeri Kota Bandung,Selasa(13/6)。 Foto oleh Yuli Saputra

Buni Yani saat menjalani sidang perdananya atas kasua dugaan pelanggaran UU ITE di Pengadilan Negeri Kota Bandung,Selasa(13/6)。 Foto oleh Yuli Saputra

BANDUNG,印度尼西亚 - Lokasi sidang Buni Yani kembali dipindahkan。 Setelah sebelumnya dipindahkan dari Pengadilan Negeri Depok ke Pengadilan Negeri Bandung dengan alasan keamanan,kini ruang sidang pun dipindahkan dari Pengadilan Negeri Bandung ke Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung。

Usul pemindahan ruang sidang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum(JPU),sesaat sebelum Majelis Hakim mengumumkan jadwal sidang berikutnya。 “Kami hanya ingin menyarankan kalau berkenan majelis hakim memindahkan ruang persidangan ke tempat yang lebih kondusif,”ujar Supardi,tim JPU,Selasa 13 Juni 2017。

Tim JPU beralasan,lokasi PN Bandung tak kondusif karena terletak di pinggir jalan raya yang padat,jalur wisata,serta dekat dengan pusat pemerintahan。 Dengan digelarnya sidang Buni Yani,apalagi dengan adanya aksi unjuk rasa,menurut JPU,akan mengganggu ketertiban umum。

Oleh karena itu,JPU mengusulkan ruang sidang dipindahkan ke Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung yang berlokasi di Jalan Seram Nomor 2 Kota Bandung。 “Mohon kiranya majelis hakim memindahkan tempat persidangan ini ke Gedung Perpustakaan Daerah Kota Bandung,”ujar salah seorang anggota JPU。

Usul itu langsung ditolak oleh Penasehat Hukum Buni Yani。 Menurut mereka,pihaknya sudah cukup disulitkan dengan pemindahan tempat sidang dari Depok ke Bandung。 Sementara alasan keamanan,menurut Tim Penasehat Hukum,merupakan kekhawatiran yang belum tentu terbukti。

“Jadi kalau saya boleh menyampaikan sebagai kuasa hukum terdakwa,mohon kiranya tetap di Pengadilan Negeri Bandung,”kata salah seorang kuasa hukum。

Tidak hanya penasehat hukumnya,Buni Yani juga ikut menolak usul tersebut。 Pria 48 tahun itu bahkan mengusulkan agar sidang kembali dipindahkan ke Depok。 Ia mengaku merasa kesulitan dengan lokasi persidangan yang jauh dari tempat tinggalnya。

“Karena ini sangat menyulitkan saya,karena saya harus menginap,berpisah dengan keluarga。 Saya pribadi mohon yang mulia bisa mempertimbangkannya,“ungkap Buni Yani。

Namun Hakim Ketua M. Sapto menjelaskan pemindahan kembali lokasi sidang ke Depok harus ada ketetapan dari Mahkamah Agung,seperti halnya pemindahan ke Bandung。

“Masalah penunjukkan PN Bandung dari Mahkamah Agung,jadi yang bisa memindahkan lagi Mahkamah Agung,kami melaksanakan saja,”jelas Sapto。

Karena terjadi perdebatan,Majelis Hakim akhirnya menunda sidang selama kurang lebih 3 menit。 Majelis Hakim akhirnya memutuskan ruang sidang dipindahkan ke Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung,sesuai yang diusulkan JPU。

Namun keputusan itu diambil dengan pertimbangan minimnya ruang sidang di Pengadilan Negeri Bandung。 “Pengadilan Negeri Bandung kekurangan ruang sidang,sedangkan perkara cukup banyak,”kata Sapto。

Keputusan ini sempat diprotes Tim Penasehat Hukum Buni Yani。 Menurut mereka,pemindahan ruang sidang harus disertai keputusan Mahkamah Agung,seperti halnya pemindahan lokasi sidang dari Depok ke Bandung。

Protes ini dijawab Tim JPU yang menyatakan,pemindahan ruang sidang tidak perlu ketetapan Mahkamah Agung。 “Bahwa apa yang disampaikan penasehat hukum terdakwa,sebenarnya yang pindah bukan tempat tapi ruang sidang,jadi kita tidak harus mengacu lagi pada keputusan MA,”kata Supardi。

Majelis hakim kemudian memberikan keputusan最后bahwa ruang sidang akan dipindahkan ke Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung demi kelancaran proses persidangan。

“(Lokasi Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung)masih di wilayah hukum Kota Bandung dan tidak jauh dari Pengadilan Negeri Bandung。 itu jalannya lebih kondusif dan mudah dijangkau。 Jadi mohon pengertiannya,“kata Sapto。

Sidang berikutnya dengan agenda pembacaan eksepsi akan digelar Selasa pekan depan,20 Juni 2017 di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung。 Perkara ini ditargetkan selesai dalam waktu lima bulan。 -Rappler.com