倪瑜僵
2019-05-21 06:01:05
2017年6月13日上午11:02发布
2017年6月13日上午11:02更新

Presiden Joko Widodo(kiri)menyampaikan arahan di depan tokoh-tokoh agama yang di Istana Bogor,Jawa Barat,Selasa(23/5)。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

Presiden Joko Widodo(kiri)menyampaikan arahan di depan tokoh-tokoh agama yang di Istana Bogor,Jawa Barat,Selasa(23/5)。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo mengatakan dirinya telah menelepon sejumlah pemimpin Arab untuk meredakan ketegangan antara Qatar dengan negara-negara Arab lain。

“Saya sudah telepon Emir Qatar Syekh Tamim(本·哈马德·阿勒萨尼)。 Kemarin malam saya juga telepon Syekh Mohammed dari Uni Emirat Arab,“kata Jokowi di sela pembagian sembako kepada warga Penjaringan Jakarta Utara,Selasa 13 Juni 2017。

Seperti diketahui,阿拉伯沙特memutuskan hubungan Diplotik dengan卡塔尔pada 5 Juni lalu。 沙特menuduh卡塔尔terlibat dalam pendanaan kelompok teroris。 Pemutusan hubungan diplomatik ini kemudian diikuti oleh Mesir,Bahrain,Libia,dan Uni Emirat Arab,Yaman,dan Maladewa。

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia bersedia mengambil peran untuk mendinginkan tensi di Timur Tengah,namun untuk itu ia ingin memetakan terlebih dulu persoalan di sana。

Untuk itulah Presiden kemudian menelpon sejumlah petinggi di Kawasan Teluk。 Bahkan Presiden Jokowi juga telah menelepon Presiden Turki RecepTayyipErdoğan。 “Saya sudah telepon(埃尔多安),bicara banyak,”kata Jokowi。

Setelah mendapatkan masukan dari berbagai pihak,Jokowi melanjutkan,barulah Indonesia akan menentukan peran apa yang akan dimainkan。

“Saya telepon itu untuk mendapatkan masukan,问题sebenarnya apa sih? Dan pendekatan yang bisa kita lakukan lewat mana,nanti bisa kita dapat simpulkan setelah masukan itu dari semua sisi ada,“kata Jokowi。 -Rappler.com