符综蜢
2019-05-21 08:01:01
发布时间:2017年6月13日上午9:39
更新时间:2017年6月13日上午9:39

徽标BNN。

徽标BNN。

雅加达,印度尼西亚 - Badan Narkotika Nasional(BNN)menyita aset dan uang hasil tindak pidana pencucian uang kasus narkoba dengan total nilai Rp39 miliar dari empat tersangka yang terkait dengan jaringan Freddy Budiman。

“Satu di antara tersangka adalah narapidana di LP Cipinang yang memiliki fasilitas istimewa berupa kamar sel mirip kantor dilengkapi televisi dan CCTV,”kata Deputi Pemberantasan BNN,Irjen Pol Arman Depari,Selasa 2017 Juni 2017。

Selain itu dalam LP Cipinang juga dipekerjakan dua orang staf dan satu orang yang mengelola keuangan atas nama tersangka An Cal yang berkewarganegaraan Inggris。

“Untuk memutus jaringan sindikat narkoba,BNN tidak hanya berhenti pada penangkapan para tersangka narkoba tetapi juga memburu hasil kejahatan dengan menyidik pencucian uang,”kata Arman。

Freddy menjadi satu di antara empat terpidana mati yang dieksekusi di Pulau Nusakambangan,Cilacap,Jawa Tengah,pada 29 Juli 2016.Ia divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat dalam kasus impor 1.412.476 butir ekstasi dari Tiongkok pada Mei 2012。

Sebelumnya Freddy pernah ditangkap pada tahun 2009 karena memiliki 500克sabu-sabu。 Saat itu ia divonis 3 tahun dan 4 bulan。 Freddy kembali berurusan dengan aparat pada 2011 karena kedapatan memiliki ratusan gram sabu dan bahan pembuat ekstasi。

Selanjutnya ia menjadi terpidana 18 tahun karena kasus narkoba di Sumatera dan menjalani masa tahanannya di Lapas Cipinang。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com