班辂辆
2019-05-21 12:01:02
发布时间:2017年6月13日上午7:55
更新时间:2017年6月13日上午7:55

Tersangka kasus dugaan penyebaran kebencian Buni Yani menunjukkan surat permohonan Praperadilan di PN Jakarta Selatan,Jakarta,Senin(5/12)。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

Tersangka kasus dugaan penyebaran kebencian Buni Yani menunjukkan surat permohonan Praperadilan di PN Jakarta Selatan,Jakarta,Senin(5/12)。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Pengadilan Negeri Bandung akan menggelar sidang perdana kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Buni Yani,Selasa,2017 Juni。

Buni didakwa Pasal 28 ayat(2)Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik(ITE)dengan ancaman maksimal enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1 Miliar。

Buni dianggap telah menyebarkan kebencian melalui cuplikan rekaman pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama yang ia unggah ke media sosial。

Dalam video tersebut terdapat rekaman pidato Ahok saat mengutip Surat Al Maidah ayat 51. Video itu kemudian viral hingga berujung pada kasus penistaan​​ agama yang membuat Ahok divonis 2 tahun penjara。

Buni menilai dakwaan terhadap dirinya tak masuk akal。 Ia juga percaya jika kasus yang menjeratnya adalah pesanan。

“Dakwaan yang zalim dan tak masuk akal ini kelihatannya dapat perintah dari si pemesan order。 Dan kita sudah tahu siapa pemesan order ini,“kata Buni saat dihubungi Rappler,Senin 12 Juni 2017。

Buni tidak mengungkap siapa pemesan order yang dimaksud。 Namun ia mengatakan,orang yang dimaksud sudah jadi pembicaraan umum dalam beberapa minggu terakhir ini。

“Sama pemesannya dengan kasus Rizal dan Jamran,kasus Habib Rizieq,kasus Pak Amien Rais,dan semua kasus yang penuh berbau kriminalisasi,”sebutnya。“Kita harus melawan orang-orang yang merusak demokrasi ini。”

Dalam sidang hari ini,rencananya Buni akan didampingi 30 pengacara。 Selain itu Buni akan disokong ormas Aliansi Pergerakan Islam(API)Jabar。 Mereka akan menggeruduk pengadilan saat sidang digelar。

Ketua API Jabar Asep Syarifudin pihakanya mendukung Buni Yani karena telah terjadi kriminalisasi terhadap ulama,aktivis Islam,dan gerakan dakwah Islam。

Menurutnya,kasus Buni Yani ini seharusnya dihentikan,setelah Ahok dinyatakan bersalah。 “Kami berharap kasusnya dihentikan,karena Ahok sudah terbukti menista Islam,”kata Asep。 -Rappler.com