潘辋气
2019-05-21 11:01:05
2017年6月12日下午3:50发布
2017年6月12日下午3:50更新

Pimpinan Front Pembela Islam(FPI)Habib Rizieq Shihab usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya,Jakarta,Senin,(23/01)。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

Pimpinan Front Pembela Islam(FPI)Habib Rizieq Shihab usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya,Jakarta,Senin,(23/01)。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

BANDUNG,印度尼西亚 - Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan perpanjangan visa yang didatat Rizieq Shihab dari Arab Saudi tidak berpengaruh banyak pada pengusutan kasus dugaan penodaan Pancasila yang kini tengah menjeratnya。

“Kalau pengaruh sampai sekarang belum karena kita masih menyelesaikan berkas perkara dengan Jaksa Penuntut Umum(JPU)。 Berdasarkan petunjuk JPU,belum diperlukan kehadiran Rizieq,“kata Yusri Yunus kepada Rappler,Senin 12 Juni 2017。

Seperti diberitakan sebelumnya,Pemimpin Front Pembela Islam(FPI)Rizieq Shihab dikabarkan mendapatkan perpanjangan visa dari Arab Saudi。 Dengan perpanjangan visa ini,Rizieq bisa tinggal lebih lama di sana。

Padahal ia telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penodaan Pancasila dan pencemaran nama baik mantan Presiden Sukarno。 Saat ini penyidik Polda Jabar masih melengkapi berkas perkaranya。

Sebelumnya berkas perkara kasus pencemaran nama baik Sukarno dan dugaan penodaan Pancasila telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat。 Namun,karena dianggap belum lengkap,berkas tersebut kemudian dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi。

Yusri mengatakan jika kehadiran Rizieq diperlukan untuk melengkapi berkas perkaranya,pihaknya akan melakukan upaya paksa。“Kalau memang harus dihadirkan tersangka,ada upaya paksa,”kata Yusri。 -Rappler.com