班辂辆
2019-05-21 10:01:09
发布时间:2017年6月12日上午9:25
2017年6月12日下午1:54更新

Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo。 Foto oleh partaiperindo.com

Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo。 Foto oleh partaiperindo.com

雅加达,印度尼西亚 - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri hari ini memeriksa Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dalam kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Jaksa Yulianto。

Hary Tanoe tiba di Gedung Bareskrim sekitar pukul 07:30 WIB dengan menggunakan mobil Toyota Alphard。 Ia didampingi beberapa pria。 “Nanti saja ya,”kata Hary Tanoe kepada awak ,Senin 12 Juni 2017。

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul sebelumnya mengatakan pihaknya memanggil Hary Tanoesoedibjo untuk menindaklanjuti laporan dari Jaksa Yulianto pada Januari 2016。

Saat itu Jaksa Yulianto yang menangani kasus dugaan korupsi pada restitusi pajak yang diajukan PT Mobile-8 Telecom Tbk periode 2007-2009 mengadukan Hary Tanoe ke Bareskrim Polri。

Jaksa Yulianto mengatakan dirinya mendapat ancaman melalui pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal pada 5 Januari 2016. Dua hari berselang,pesan bernada ancaman kembali diterimanya dari nomor yang sama,kali ini melalui aplikasi whatsapp。

Dari aplikasi whatsapp inilah Jaksa Yulianto kemudian mengetahui siapa pengirim pesan tersebut dengan cara melihat foto profil pengirim pesan。

Saat itu Yulianto enggan menyebutkan nama orang yang ia laporkan。 Namun pada surat Tanda Bukti Lapor TBL / 69 / I / 2016 / BARESKRIM,dituliskan pihak terlapor adalah Hary Tanoesoedibjo

Hary dituduh melanggar pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik。 “Kenapa dilaporkan?Karena saya punya bukti cukup,”kata Yulianto saat melapor ke Bareskrim。

Bukan SMS ancaman

Usai diperiksa,Hary Tanoe membantah jika dirinya dianggap mengancam Jaksa Yulianto melalui pesan singkat。 Ia mengatakan SMS pertama ia kirimkan pada 5 Januari 2016。

Saat itu,kata Hary,dirinya mengirimkan pesan berisi,“Kita buktikan siapa yg salah siapa yang benar。Siapa yangg profesional siapa yang preman.Kekuasaan itu tidak ada yang langgeng.Saya masuk politik tujuannya untuk memberantas oknum penegak hukum yang semena-mena,yang transakional,yang滥用权力.Catat kata-kata saya,saya akan jadi pimpinan Indonesia。“

Dua hari kemudian,Hary melanjutkan,dirinya kembali mengirim pesan,kali ini melalui aplikasi whatsapp。 Pesan tersebut berisi,“Saya masuk ke politik karena ingin Indonesia maju dalam arti yang sebenarnya。”

Hary mengatakan,selama dalam pemeriksaan,dirinya belum pernah melihat barang bukti berupa HP Jaksa Yulianto。 “Seharusnya dia mau menyerahkan HP-nya sebagai barang bukti,”kata Hary。

Dalam kesempatan tersebut,Hary juga memastikan jika dirinya tidak terlibat dalam kasus Mobile。 “Kasus itu tidak ada sangkut pautnya dengan saya.Dan menurut saya itu bukan kasus.Saya katakan bukan kasus,ya karena semua ada di laporan keuangan,”katanya。

-Rappler.com