公乘描这
2019-05-21 04:01:09
发布时间:2017年6月11日上午9:32
更新时间:2017年6月11日上午9:32

MAKASSAR,印度尼西亚 - Pernyataan yang kerap disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia(MUI)agar tabayun dulu sebelum bertindak sesuai diterapkan untuk peristiwa yang terjadi di Makassar。 Pada Jumat,9 Juni seorang pemuda bernama Saipul tega membakar anggota keluarganya yang terdiri dari kakek,ibu tiri dan adik perempuannya。

Persoalannya sepele,hanya karena pemuda yang tinggal di area Kampung Buyan,Makassar itu mengira ada yang merusak sepeda motornya。 Menurut penuturan seorang warga yang tinggal di dekat rumah Saipul,Syaharuddin Rasyid,pria berusia 22 tahun itu tengah memperbaiki sepeda motor di depan rumahnya。

Sementara,ketiga korban yakni R,adik Saipul(8 tahun),Sania,ibu tiri dan Sattu,ayah Sania sedang tertidur pulas di ruang tamu。 Setelah mencoba memperbaiki motor tetapi tidak juga berhasil,Saipul kemudian keluar tergesa-gesa membeli satu botol bensin di dekat rumahnya。

“Dia lalu keluar membeli bensin botolan dan menyiram ketiga korban lalu menyulutkan api dengan korek,”ujar Syaharuddin kepada Rappler pada Jumat,9 Juni。

Korban双关语panik dan berteriak mencari pertolongan。 Dalam beberapa foto yang beredar di media sosial,korban menderita luka bakar hampir di sekujur tubuh。 Pelaku yang akrab disapa Ipul itu kemudian melarikan diri。 Walaupun belakangan dia menyerahkan diri ke kantor polisi。

Kapolsek Mariso Kompol Wahyu Basuki mengatakan saat ini ketiga korban sudah diraw​​at di RS Bhayangkara。 Sang ibu tiri,Sania,akhirnya menghembuskan nafas terakhir。

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara(TKP)awal,pelaku salah sangka mengira salah satu korban sengaja merusak sepeda motornya。

“Makanya saat motornya tidak baik juga setelah diperbaiki,dia pun emosi dan membakar ketiga korban,”ujar Wahyu pada Sabtu kemarin。

Kini Ipul berada di tahanan kepolisian。 - Rappler.com