潘辋气
2019-05-21 13:01:02
2017年6月10日下午5点24分发布
更新于2017年6月10日下午5点25分

TELEPON。 Presiden Joko“Jokowi”Widodo mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Turki dan Emir Qatar menyangkut krisis diplomatik di Qatar。 Foto oleh Rosa Panggabean / ANTARA

TELEPON。 Presiden Joko“Jokowi”Widodo mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Turki dan Emir Qatar menyangkut krisis diplomatik di Qatar。 Foto oleh Rosa Panggabean / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo mengaku telah berkomunikasi dengan beberapa pemimpin di kawasan Teluk Timur Tengah untuk mencari solusi krisis diplomatik Qatar。 Dua di antaranya yang sudah diajak berbicara adalah Recep Tayyip Erdogan,Presiden Turki dan Syekh Tamim bin Hamad Al Thani,Emir Qatar。

Jokowi menegaskan印度尼西亚ingin mengambil peran dalam penyelesaian krisis di Qatar。

“Dua hari yang lalu saya telepon Presiden(Recep Tayyip)Erdogan dari Turki untuk(membahas)masalah卡塔尔。 Tadi malam juga saya telepon ke Syekh Tamim(bin Hamad Al Thani)di Qatar,Emir Qatar,“ujar Jokowi ketika berdiskusi di Pondok Pesantren Miftahul Huda,Tasikmalaya pada Sabtu,10 Juni。

Mantan Gubernur DKI itu mengatakan tengah mempelajari masalah yang terjadi antara Qatar dengan beberapa negara Teluk hingga mereka memutuskan hubungan diplomasi。 Beberapa negara teluk Timur Tengah itu menuding Qatar mendanai kelompok teroris。 Bahkan,mereka telah merilis 59 nama warga Qatar yang diduga terlibat dalam aksi terorisme。

Jokowi terlihat percaya diri karena印度尼西亚juga pernah menawarkan diri untuk menengahi konflik diplomatik antara伊朗dengan阿拉伯沙特阿拉伯。 Tahun lalu,Jokowi mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk bertemu Raja Salman bin Abdulaziz dan Presiden Iran Hassan Rouhani。 Walau hubungan diplomatik kedua negara belum membaik hingga kini,tetapi Retno saat itu berhasil bertemu dengan kedua pemimpin。

Selain,itu印度尼西亚menurut Jokowi telah mencapai kemajuan yang baik dalam diplomasi di Timur Tengah,khususnya Palestina。 Lantaran,印度尼西亚sudah memiliki konsul kehormatan di sana。

“Ini perkembangan yang sangat baik karena Indonesia dianggap sebagai orang yang bisa netral dan duduk di tengah dan negara penduduk muslim terbesar di dunia ini.Peran kita memang harus banyak ke sana,”kata dia。

Menlu Retno juga sudah lebih dulu berkomunikasi dengan beberapa Menlu dari Timur Tengah。 Retno meminta agar negara-negara Teluk menahan diri dan mengedepankan对话dalam menyelesaikan konflik tersebut。

Kepada para Menlu tersebut,Retno juga mengatakan Indonesia siap membantu jika dibutuhkan。 - dengan laporan ANTARA / Rappler.com