段干搜
2019-05-21 13:01:09
2017年6月8日下午7点40分发布
更新时间:2017年6月8日下午7:41

TEMUI MEGA。 Para perempuan dan petani Kendeng datang ke Jakarta untuk menemui Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada Kamis,8 Juni。 Sayang,mereka gagal bertemu。 Foto oleh Ursula Florene / Rappler

TEMUI MEGA。 Para perempuan dan petani Kendeng datang ke Jakarta untuk menemui Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada Kamis,8 Juni。 Sayang,mereka gagal bertemu。 Foto oleh Ursula Florene / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Sudah sejak lama para petani Kendeng,Jawa Tengah,ingin menemui Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP)Megawati Soekarnoputri。 Ia dipandang sebagai'ib'dari dua tokoh penting yang dapat menentukan kelestarian alam mereka。

Maka pada Rabu kemarin,Sukinah,Gunarti dan tiga ibu Kendeng lainnya bertolak dari kampung mereka ke Jakarta dan bermalam di kantor Lembaga Bantuan Jakarta。 “Mau ke DPP PDIP dulu lalu ke rumah Bu Mega,”kata salah seorang ibu,Sukinah,pada Kamis,8 Juni。

Sebelum mendatangi Jakarta,warga Kendeng yang menolak pembangunan dan penambangan pabrik semen PT Semen Indonesia,Tbk。 di tanah mereka pernah melayangkan dua buah surat untuk PDIP。 Isinya antara lain meminta pertemuan dengan Megawati untuk menyampaikan keluh kesah dan harapan mereka。

“PDIP itu katanya partai wong cilik.Yang di Kendeng itu kan wong cilik yang mempertahankan lingkungan,”kata Sukinah。

Mengenakan kebaya,topi petani dan membawa bendera putih,kelima Srikandi Kendeng ini berjalan kaki menuju kantor PDIP yang hanya selemparan batu dari LBH Jakarta。

Tiba di kantor partai banteng moncong putih itu sekitar pukul 12:00 WIB,mereka disambut oleh Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang DH。 Mereka kemudian berbincang di sebuah ruangan selama kurang lebih dua jam。

Bambang mengatakan dirinya hanya sentirian menemui perwakilan Kendeng karena anggota partai yang lain sedang sibuk。

“Intinya ibu-ibu ini,meminta waktu untuk bisa temui Bu Ketum(Megawati),dan selain ketemu tentu sampaikan aspirasi terkait problem yang selama ini ada di masing-masing wilayah baik di Rembang maupun yg menurut beliau masih belum berikan ketenangan,”kata dia 。

Sukinah dan kawan-kawannya juga meminta supaya perusahaan diingatkan untuk mengikuti keputusan Presiden Joko“Jokowi”Widodo。 Sejak Agustus lalu,ia sudah memerintahkan adanya kajian ulang di wilayah tersebut dan selama tim bekerja,tak boleh ada kegiatan apapun。

Namun,pabrik PT SI di Rembang sudah mulai beroperasi menggunakan bahan baku dari Tuban。 Perusahaan menganggap yang dilarang hanya kegiatan penambangan,bukan produksi。 Masyarakat Kendeng melihat aksi PT SI ini sebagai pembangkangan。

Belum lagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga merupakan kader PDIP malah menerbitkan izin lingkungan baru untuk pabrik semen dan tambang di Remban。 Izin yang lama dibatalkan karena gugatan warga di Mahkamah Agung dikabulkan。

Terkait aksi ini,Bambang tidak mengetahui secara pasti apakah Megawati menegur Ganjar atau tidak。 “Secara spesifik tidak tahu,banyak masalah yang harus kami urus,”kata dia。

Namun,ia mengatakan sikap partai sejauh ini mengikuti keputusan presiden。 Tentu saja termasuk Ganjar Pranowo。

Pertemuan ini akan disampaikan ke Megawati yang hari itu tidak berada di kantor。 Bambang memastikan putri Soekarno itu sangat peduli dengan isu lingkungan。

Tanpa kepastian

Sukinah mengatakan tak ada satu pun janji pasti dari Bambang tentang kapan mereka akan dipertemukan dengan Megawati。 Namun ia sangat ingin bertemu。

“Karena sama-sama perempuan,Bu Mega bisa lebih sensitif,lebih ngerti,”kata dia。

Selain itu,Megawati juga sosok yang'melahirkan'Ganjar dan Jokowi。 Maka wajar jika warga Kendeng ingin menemuinya。

Apalagi ia baru saja dilantik sebagai anggota Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila(UKPPIP)。 Tindakan Ganjar yang disebut melawan hukum,bagi warga Rembang,tentu berlawanan dengan ideologi Pancasila。

“Sudah sepantasnya kerja pertama Bu Megawati dan UKPPIP menegakkan dan memastikan gubernur Jawa Tengah tidak mencederai ideologi Pancasila,”kata dia。

Meski keinginan bertemu dengan Megawati masih buram,namun Sukinah tetap optimistis。

“Kami enggak tahu nantinya seperti apa tapi kami tetap berharap,tetap berprasangka positif,berharap ditindak lanjuti.Nanti bisa diatur seperti apa,”katanya。 - Rappler.com