郇晖奕
2019-05-21 10:01:09
2017年6月8日下午3:07发布
2017年6月8日下午3:07更新

Terpidana kasus penistaan​​ agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melambaikan tangan saat tiba di rumah tahanan LP Cipinang,Jakarta,Selasa(9/5)。 Foto oleh Ubaidillah / ANTARA

Terpidana kasus penistaan​​ agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melambaikan tangan saat tiba di rumah tahanan LP Cipinang,Jakarta,Selasa(9/5)。 Foto oleh Ubaidillah / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Jaksa penuntut umum(JPU)akhirnya mencabut upaya banding mereka terhadap vonis dua tahun penjara yang diterima Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama dalam kasus penodaan agama。

Ketua Tim JPU Ali Mukartono mengatakan upaya banding tidak lagi relevan setelah Ahok dan kuasa hukumnya menerima vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Mei lalu。

“Kita mau berjuang apalagi kalau sudah diterima(terdakwa)?”kata Ali di Kompleks Kejaksaan Agung,Jakarta,Kamis,2017 Juni。

Ali mengatakan awalnya mereka mengajukan banding supaya dapat melakukan kasasi jika putusan banding dari pihak terdakwa merugikan mereka。 Namun Ahok ternyata tak jadi mengajukan banding。

巴卡:

Selain itu,Ali Mukartono melanjutkan,pihaknya juga tak mengajukan banding karena mempertimbangkan manfaat bagi lembaganya。 Ali mengatakan pihaknya telah mengajukan surat pencabutan banding pada 6 Juni lalu。

Setelah pencabutan banding tersebut disahkan Pengadilan Tinggi,maka Ahok resmi menjadi terpidana。 Namun Ali tidak bisa memastikan apakah Ahok akan dibawa kembali ke Rutan Cipinang atau tetap ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua。

Sementara Humas Pengadilan Tinggi Johanes Suhadi mengatakan jika Jaksa Penuntut Umum mencabut upaya banding mereka dan Ahok menerima vonis,maka putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara bersifat inkracht atau berkekuatan hukum tetap。

“Kalau dua-duanya sudah mencabut pasti inkracht.Saya prediksi(penetapannya)tidak lama,”kata Johanes Suhadi saat dihubungi pada Kamis,2017年6月8日。- Rappler.com