滑洛
2019-05-21 10:01:08
2017年6月8日下午2:22发布
2017年6月8日下午2:22更新

NEGARA TELUK。 Para Menlu negara-negara Teluk yang sedang berkonflik sempat berfoto bersama ketika dilakukan pertemuan negara Teluk di Riyadh pada 17 Mei。 Foto oleh Fayez Nureldine /法新社

NEGARA TELUK。 Para Menlu negara-negara Teluk yang sedang berkonflik sempat berfoto bersama ketika dilakukan pertemuan negara Teluk di Riyadh pada 17 Mei。 Foto oleh Fayez Nureldine /法新社

雅加达,印度尼西亚 - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama印度尼西亚Din Syamsuddin mendorong Pemerintah印度尼西亚untuk merintis mediasi perundingan antara卡塔尔dengan beberapa negara Teluk。 Tujuannya agar tidak terjadi peningkatan ketegangan di kawasan Teluk usai beberapa negara Teluk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar。

“印度尼西亚bisa menjadi pemrakarsa netral,penengah dan perantara dalam persoalan Qatar,sesuai politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif untuk perdamaian abadi,”ujar Din yang ditemui di Jakarta pada Rabu,7 Juni。

Dia khawatir jika tidak segera diatasi,maka konflik tersebut dapat meningkat ke hal lain yang lebih mengkhawatirkan。 Bahkan,kemungkinan terburuk dapat memicu terjadinya perang saudara terhadap sesama umat穆斯林。

Perkembangan dan situasi di Teluk kerap tidak bisa diprediksi。 Apalagi beberapa negara mengalami ketidakpastian dan menuju instabilitas。

Din menilai krisis antara卡塔尔dengan negara-negara Teluk tidak perlu terjadi jika terjalin对话。 Dengan demikian tidak perlu ada saling tuduh terkait dukungan terhadap aksi terorisme。

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengatakan jika krisis di antara negara-negara teluk tersebut tidak segera diredam maka dapat menimbulkan konflik berkepanjangan,bahkan bisa meluas。 Hal tersebut menurut Din bisa mengganggu persatuan umat Islam di dunia。

Putusnya hubungan diplomatik antara卡塔尔dengan沙特dapat merugikan warga卡塔尔杨ingin menunaikan ibadah haji atau umrah ke沙特阿拉伯。 Sementara,bagi warga印度尼西亚putusnya hubungan diplomatik antara beberapa negara itu menyulitkan mereka yang ingin kembali ke Tanah Air dari Saudi tetapi sudah membeli tiket maskapai Qatar。

Siap membantu

Sementara,Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terlihat tidak ingin terburu-buru untuk mengusulkan Indonesia menjadi penengah dalam krisis tersebut。 Butuh sosok yang disegani di kawasan Timur Tengah untuk bisa menjadi mediator。 Namun,Retno tidak menutup pintu jika negara-negara Timur Tengah itu membutuhkan bantuan Indonesia。

Pernyataan itu sudah disampaikan Retno kepada semua Menteri Luar Negeri dari negara yang terlibat konflik。

“印度尼西亚menyampaikan 关注 nya dalam konflik ini dan meminta kepada semua pihak untuk menahan diri serta mengutamakan对话。 Persatuan umat,terutama di bulan suci Ramadan,harus diprioritaskan。 Kami juga tidak lupa menyampaikan bahwa Indonesia siap membantu jika diperlukan,“ujar Retno kepada media di Istana Negara pada Kamis,8 Juni。

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda itu mengaku sudah mengkomunikasi melalui telepon kepada Menlu Qatar,Arab Saudi dan Kuwait。 Sejauh ini,inisiatif untuk berdialog telah diajukan secara resmi oleh Kuwait。

“Dua jam sebelum Menlu Kuwait ke Riyadh untuk melakukan iftar dinner dengan Raja Saudi pada tanggal 6 Juni,kami telah menyampaikan itu,”tutur dia。

Para Menlu tersebut,ujar Retno,menyambut baik dan mengapresiasi itikad baik dari Indonesia untuk membantu。

Berdampak ke perdagangan

Selain berkomunikasi dengan Menlu di kawasan Timur Tengah,Retno juga berdiskusi dengan mitra sesama Menteri di Kabinet Kerja。 Tujuannya,untuk mengkalkulasi dampak yang dirasakan oleh Indonesia akibat konflik tersebut。

“Saat ini yang terkena imbas kemungkinan adalah perdagangan sebab kan ada penutupan akses udara,laut dan darat。 Perdagangan Indonesia yang dilakukan melalui pelabuhan-pelabuhan di Uni Emirat Arab tentu berpengaruh,“kata dia。

Retno mengaku tidak terlalu khawatir dengan rute penerbangan Jakarta-Doha,karena Indonesia tidak ikut terlibat dalam konflik tersebut。 Tetapi,Retno memikirkan ada dampak lain di bidang pariwisata。 Banyak wisatawan dari Timur Tengah datang ke印度尼西亚menggunakan卡塔尔航空公司。

WNI di Qatar baik

Sementara,warga negara印度尼西亚yang bermukim di Qatar sejauh ini belum terdampak dari konflik tersebut。 总计ada sekitar 29 ribu WNI yang diketahui bermukim di sana。

“Sejauh ini belum ada dampak apa pun terhadap warga negara kita yang bekerja di Qatar。 Kami juga sudah meminta mereka untuk tetap tenang,“kata Retno。 - dengan laporan ANTARA / Rappler.com