亓徇
2019-05-21 15:01:08
2017年6月7日下午1:18发布
2017年6月7日下午1:18更新

Saksi kasus dugaan pornografi Firza Husein(kiri)tiba di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan,di Jakarta,Selasa(16/5)。 Foto oleh Galih Pradipta / ANTARA

Saksi kasus dugaan pornografi Firza Husein(kiri)tiba di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan,di Jakarta,Selasa(16/5)。 Foto oleh Galih Pradipta / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rachmat mengatakan berkas perkara dugaan pornografi atas tersangka Firza Husein masin belum sempurna sehingga belum bisa dibawa ke pengadilan。

“Intinya bahwa berkas perkara yang sudah diteliti jaksa masih belum sempurna untuk dibawa ke pengadilan,”Noor Rachmat di Kejaksaan Agung,Jakarta Selatan,Rabu 7 Juni 2017。

Kesimpulan tersebut didapat setelah Kejaksaan dan penyidik dari Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara kasus ini selama dua jam di Kejaksaan Agung。

Noor Rachmat enggan menjelaskan apa yang kurang dari berkas tersebut sehingga harus dilengkapi penyidik。 Ia hanya mengatakan kekurangan berkas berkaitan dengan unsur material dan juga formil。

“Walaupun secara umum memang sudah memadai,tapi ada hal yang perlu diperbaiki dan ditambahi.Tadi secara lengkap tim peneliti membuat petunjuk ke penyidik dalam bentuk P-19,”kata dia。

Saat disinggung kembali apakah berkas perkara kurang kuat dalam menonjolkan saksi dan ahli,dia membenarkannya。 Terlepas dari itu,Rachmat menolak menjelaskan lebih jauh。

“Itu rahasia peneliti karena akan berpengaruh ke hasil penyidikan.Kasian juga nanti penyidik kalau sudah tahu duluan,”kata dia。

Kejaksaan memberi waktu kepada penyidik merampungkan berkas perkara selama dua pekan。 Dia meminta penyidik menyerahkan surat pemberitahuan bilamana penyerahan berkas perkara melewati batas waktu。

“Kalau di KUHAP itu dua minggu.Tapi kami toleran juga barangkali kalau ternyata saksi yang ditambahi tidak bisa memenuhi panggilan,harus mundur juga,”kata Rachmat。 -Rappler.com