潘辋气
2019-05-21 08:01:09
2017年6月7日下午12:04发布
更新时间:2017年6月7日下午12点24分

Pemimpin ormas Front Pembela Islam(FPI),Rizieq Shihab bersama sekitar 1.500 massa berdemonstrasi di depan Mabes Polri pada Senin siang,16 Januari。 Mereka menuntut Kapolda Jawa Barat,Anton Charliyan dicopot。 Foto oleh Diego Batara / Rappler

Pemimpin ormas Front Pembela Islam(FPI),Rizieq Shihab bersama sekitar 1.500 massa berdemonstrasi di depan Mabes Polri pada Senin siang,16 Januari。 Mereka menuntut Kapolda Jawa Barat,Anton Charliyan dicopot。 Foto oleh Diego Batara / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Kejaksaan Agung meminta Polda Jawa Barat segera merampungkan berkas perkara dugaan penghinaan Pancasila dengan tersangka Pemimpin Front Pembela Islam(FPI)Rizieq Shihab。

“Kasus(Rizieq)yang ditangani Polda Jabar yang berkasnya dikirim ke Kejati Jabar,sementara ini masih dalam proses pengembalian atau P-19,”kata Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rachmad di kantornya,Rabu 7 Juni 2017。

Rizieq Shihab dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri dengan tuduhan pencemaran nama baik mantan Presiden Sukarno dan penghinaan terhadap Pancasila pada Oktober tahun lalu。

Polda Jawa Barat kemudian menetapkan Rizieq Shihab sebagai tersangka pada 30 Januari 2017.Selanjutnya,pada 2 Mei 2017,penyidik melimpahkan berkas perkara Rizieq ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat。

Namun,dua pekan kemudian,Kejaksaan menyembalikan berkas tersebut karena dinilai belum lengkap。 Sampai saat ini,penyidik Polda Jawa Barat belum mengembalikan berkas tersebut ke Kejaksaan。

Noor Rachmad mengatakan sampai saat ini Kejaksaan Tinggi Jawa Barat masih menunggu berkas tersebut dikembalikan oleh penyidik Polda Jawa Barat。 “Kami tunggu perkembangannya,”jelas dia。

Selain terjerat kasus dugaan penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik Sukarno,Rizieq Shihab juga tengah tersandung kasus dugaan pornografi di Polda Metro Jaya。

Dalam kasus dugaan pornografi ini,Rizieq telah ditetapkan sebagai tersangka。 Namun berkas perkaranya belum dilimpahkan ke Kejaksaan。

Sehingga,Noor Rachmad melanjutkan,kasus penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik Sukarno maupun kasus dugaan pornografi yang menjerat Rizieq Shihab masih berada dalam wewenang Kepolisian,

“Tentunya untuk ambil sikap itu tunggu nanti,saat berkas perkara memenuhi syarat,baru kamj putuskan yang paling pas,tepat,dan terbaik untuk menegakkan hukum,”kata Noor Rachmad。 -Rappler.com