匡拚
2019-05-25 04:11:12
2015年7月2日下午7点23分发布
2015年7月22日下午10:43更新

Foto pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Sima Lingkar,Medan,Selasa,30 Juni 2015. Foto oleh Kharisma Tarigan / AFP

Foto pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Sima Lingkar,Medan,Selasa,30 Juni 2015. Foto oleh Kharisma Tarigan / AFP

MEDAN,印度尼西亚-Hingga Kamis siang,2 Juli,sudah 63 jenazah yang dipulangkan ke keluarga mereka oleh Tim灾难受害者鉴定(DVI)Polda Sumatera Utara dari Rumah Sakit Adam Malik。

Menurut Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan Mabes Polri Brigadir Jenderal Arthur Tampi,tidak semua jenazah bisa segera dipulangkan,karena kondisi tubuh yang tidak utuh。 Pemulangan jenazah harus menunggu测试DNA。

Tes itu akan memakan waktu paling cepat 2 hari,atau paling lama sampai batas waktu yang tidak ditentukan。 Tapi keluarga mengaku tidak sabar untuk segera membawa pulang jenazah。

Seperti apa proses identifikasi jenazah hingga bisa dibawa pulang oleh keluarga? Kepala posko ante mortem Dokter Zulkhaeri menjelaskan kepada Rappler disela-sela kesibukannya melayani keluarga korban。

1. Keluarga lapor ke posko DVI Ante Mortem

Foto oleh Febriana Firdaus / Rappler

Foto oleh Febriana Firdaus / Rappler

Pertama kali,keluarga korban harus melapor diri ke posko a nte mortem Posko ini adalah tempat pengumpulan data ante mortem atau data yang berkaitan dengan jenazah tapi tidak melekat di tubuhnya,seperti sidik jari dan rambut。

Karena itu,di posko ini,keluarga akan diminta untuk mengumpulkan data primer berupa sidik jari,dan data sekunder berupa pakaian dan baju。 数据ini kemudian dikumpulkan untuk kemudian dicocokkan dengan data post mortem

Lalu apa yang dilakukan keluarga selanjutnya? “Menunggu。 Kami juga menunggu dari tim postem “kata Zulkhaeri。

2. 死后 terima jenazah

Foto oleh Febriana Firdaus / Rappler

Foto oleh Febriana Firdaus / Rappler

Sementara itu, post mortem menerima jenazah dari tempat kejadian di Sima Lingkar,Medan。 Jenazah yang dibawa dengan kantong berwarna kuning itu langsung ditangani oleh tim DVI。 Jenazah korban kecelakaan Hercules ada yang masih utuh,namun ada juga yang sudah berupa potongan tubuh。

3. Sidang 死后屠杀

Foto oleh Febriana Firdaus

Foto oleh Febriana Firdaus

Setelah bagian ante mortem dan post mortem mengumpulkan datanya masing-masing,selanjutnya kedua tim DVI ini melakukan sidang。 “Kami harus sidang untuk mencocokkan数据前死亡 后死亡 ,”kata Zulkhaeri。

Karena itulah,meski keluarga mengaku mengenali anggota keluarganya,rumah sakit tetap tidak mengizinkan keluarga membawa jenazah pulang,sebelum data tersebut disidangkan。 Setelah ada keputusan,baru jenazah tersebut boleh dibawa pulang ke rumahnya。

4. Jenazah teridentifikasi

Setelah sidang memutuskan bahwa data ante mortem dan post mortem jenazah tersebut cocok,maka rumah sakit akan mengeluarkan izin dan surat kematian。 Rumah sakit juga sudah menyediakan peti mati dan ambulans untuk mengangkut jenazah。

Foto oleh Febriana Firdaus / Rappler

Foto oleh Febriana Firdaus / Rappler

5. Jenazah sulit dikenali

Keluarga di pos ante mortem sedang menyetor bahan atau data anggota keluarga mereka yang menjadi korban kecelakaan pesawat Hercules,Kamis,2015 Juli 2015. Foto oleh Febriana Firdaus / Rappler

Keluarga di pos ante mortem sedang menyetor bahan atau data anggota keluarga mereka yang menjadi korban kecelakaan pesawat Hercules,Kamis,2015 Juli 2015. Foto oleh Febriana Firdaus / Rappler

Lalu bagaimana jika数据ante mortem dan postem mortem tidak cocok? Maka tim DVI akan mem- profile DNA jenazah。 Butuh waktu最小2 hari untuk melakukan测试DNA。 Dan itu adalah waktu tercepat untuk test DNA。 “Bisa juga sampai bulanan,”kata Zulhaeri。 -Rappler.com